<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title>Official Website of HILAB SCIENCETAMA | Lab Kalibrasi ISO/IEC 17025 LK 271 IDN Jakarta, Indonesia - Pojok HILABSCI</title>
        <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/</link>
        <description>Official Website of HILAB SCIENCETAMA | Lab Kalibrasi ISO/IEC 17025 LK 271 IDN Jakarta, Indonesia - Pojok HILABSCI</description>
                    <item>
                <title>7 alasan titrasi otomatis lebih baik dibanding titrasi manual</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/3966949/7-alasan-titrasi-otomatis-lebih-baik-dibanding-titrasi-manual</link>
                <pubDate>Tue, 18 Jan 2022 04:02:00 +0000</pubDate>
                <description>&lt;div&gt;&lt;img src=&quot;https://site-508037.mozfiles.com/files/508037/medium/GT310.jpg?1625883213&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;Bagi analis kimia, kemampuan melakukan titrasi sudah menjadi kemampuan yang wajib bisa. Paling tidak melakukan titrasi asam basa dan menyimpulkan hasilnya. Kemampuan ini pula diajarkan semenjak di sekolah hingga dipraktekan dalam tugas sehari-hari di lab. Saat ini banyak lab yang masih melakukan titrasi secara manual yang dilakukan oleh para analisnya. Selain murah, titrasi manual diklaim mampu secara lebih cepat dilakukan oleh analis yang berpengalaman. Ya, yang berpengalaman alias dengan jam terbang yang sudah mumpuni. Ditambah lagi dengan variabel indera penglihatan yang masih baik.&amp;nbsp;&lt;p&gt;Namun, bagaimana bila kondisi indera penglihatan sudah kurang baik seiring umur dari para analisnya? Tentunya ini mempengaruhi hasil titrasi. Belum juga koordinasi motorik dimana ketika informasi visual dari mata diteruskan ke otak dan diolah lalu diteruskan ke jari jemari untuk membua atau menutup keran titrasi. Bagaimana kalau kondisi analis sedang mengali gangguan syaraf, atau terganggu akibat kondisi kelelahan atau kecelakaan? Tentunya akan mempengaruhi hasil titrasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai metode analisis kimia tertua, titrasi memang masih mengandalkan perlakuan manual. Namun demikian, kualitas pelaku serta variabel yang cenderung bisa mengalami perubahan tentunya akan mempengaruhi hasil titrasi. Saat ini, kualitas titrasi dapat dikendalikan dan dipastikan selalu baik dengan menggunakan metode titrasi otomatis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini dia 7 alasan titrasi otomatis lebih baik dibanding titrasi manual :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Potentio listrik mendeteksi kestabilan perubahan reaksi sehingga lebih akurat dibandingkan dengan mata mendeteksi perubahan warna.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Potentio listrik mendeteksi kestabilan perubahan reaksi sehingga lebih akurat dibandingkan dengan kecepatan tangan menutup atau membuka keran titrasi hingga mencapai titik netralnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Titrasi otomatis dapat dilakukan secara paralel hingga 4 sampel secara bersamaan dalam satu kali pengoperasian instrumen. Hal ini akan menambah produktifitas pengukuran di laboratorium anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Titrasi otomatis dapat mempercepat tugas dan pekerjaan anda dengan memilih mode pengukuran titrasi sesuai dengan sampelnya, misalnya metode asam basa, TAN, TBN ataupun vitamin C hanya dengan menekan tombol untuk memilih memori pengukuran berdasarkan metode.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Titrasi otomatis dapat dilakukan sesuai jadwal yang anda perlukan sehingga proses preparasi saja yang akan menggunakan waktu kerja anda, jadwal titrasi dapat dibuatkan jadwal pada saat anda sedang beristirahat di rumah. Tentunya, saat anda tiba di lab, maka seluruh sampel yang diukur sudah selesai dan anda dapat menganalisa hasilnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data pengukuran titrasi aman tersimpan dalam instrumen maupun dalam sistem yang terkoneksi. Hal ini dapat dijadikan acuan kualitas bagi laboratorim anda karena seluruh hasil pengukuran dapat diurutkan dan ditampilkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi Lab yang sudah terintegrasi ataupun yang akan mengimplementasi LIMS, maka titrasi otomatis dengan instrumen Autotitrator terbaru kami GT310, dapat dikoneksikan dengan LIMS untuk integrasi data yang dapat membantu analisa secara lebih aman, efektif, dan efisien.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;
&lt;span style=&quot; float: none;&quot;&gt;Untuk Sahabat HILABSCI yang punya pertanyaan seputar Autotitrator GT310 bisa menghubungi tim kami melalui email &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;mailto:sales@pthilab.co.id&quot; target=&quot;_blank&quot; style=&quot;&quot;&gt;sales@pthilab.co.id&lt;/a&gt;

&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description>
            </item>
                    <item>
                <title>Mengenal Jenis Sample Viscometer</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/2925092/mengenal-jenis-sample-viscometer</link>
                <pubDate>Wed, 28 Apr 2021 04:57:00 +0000</pubDate>
                <description>Hai Sahabat HILABSCI,&lt;p&gt;Pengukuran kekentalan menggunakan viscometer punya cerita menarik. Ada jenis sample yang tingkat kekentalannya (viscos) dipengaruhi oleh beberapa variabel, lainnya justru sebaliknya, tidak terpengaruh oleh variabel lainnya. Nah, ternyata bila digolongkan jenis sample tersebut, ada yang dinamakan jenis sample Newtonian (liquid) dan non-Newtonian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kok begitu ya, ada yang terpengaruh dan tidak? Nah ternyata, ada perbedaan-perbedaan diantara sample tersebut. Ini dia perbedaannya :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table class=&quot;moze-table-border&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Variabel&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Newtonian&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Non-Newtonian&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Nilai Kekentalan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tidak dipengaruhi oleh gaya&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Dipengaruhi oleh gaya naik atau turun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Hubungan Shear Stress dan Shear Rate&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Linear&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Tidak Linear (Acak)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Nilai Viscosity&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Konstan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Tergantung pada Shear Stress dan Shear Rate&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Contoh Produk&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Air, sirup, sari buah, minuman ringan, larutan gula, larutan garam, larutan asam&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Saus sambal, kecap, madu, propolis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Hasil Pengukuran&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;1 data&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;lebih dari 1 data&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;moze-left&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Menariknya lagi, kedua jenis sample ini bila hendak diukur menggunakan Alat Pengukur Kekentalan (Viscometer) ternyata menunjukkan hasil yang berbeda dan dengan metode yang berbeda. Di artikel berikutnya, akan dibahas mengenai pengukuran sample Newtonian dulu yah. Nantikan kami di artikel berikutnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk Sahabat HILABSCI yang punya pertanyaan seputar Viscometer bisa menghubungi tim kami melalui email &lt;a href=&quot;mailto:sales@pthilab.co.id&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sales@pthilab.co.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://site-508037.mozfiles.com/files/508037/medium/TVB10W.jpg&quot; style=&quot;width: 287px;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description>
            </item>
                    <item>
                <title>Manfaat Kalibrasi yang Harus Kamu Tau</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/2884406/manfaat-kalibrasi-yang-harus-kamu-tau</link>
                <pubDate>Wed, 21 Apr 2021 06:12:00 +0000</pubDate>
                <description>Kenapa sih instrumen kamu harus dikalibrasi?&lt;p&gt;Ternyata kalibrasi mempunyai banyak manfaat loh. Ini dia manfaat Kalibrasi :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menjaga kondisi instrumen atau alat ukur tetap sesuai dengan spesifikasinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui besarnya penyimpangan alat ukur juga bahan ukur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencegah kecelakaan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui degradasi kinerja alat ukur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui perubahan akurasi dan presisinya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Selain itu juga, kalibrasi memastikan kinerja alat ukur tetap prima sehingga menjaga kesinambungan kerja sama perusahaan kamu dengan pelanggan dan menghindari dari kerugian akibat tuntutan karena kelalaian kualitas produksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pastikan instrumen atau alat ukur di tempat kamu sudah dikalibrasi. HILABSCI LK 271 IDN memastikan instrumen kamu terkalibrasi. Hubungi tim kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://site-508037.mozfiles.com/files/508037/medium/WhatsApp_Image_2021-03-26_at_11_05_14_AM.jpeg?1616732203&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description>
            </item>
                    <item>
                <title>Manfaat Sinar Matahari Pagi yang perlu kamu tahu...</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/2549793/manfaat-sinar-matahari-yang-perlu-kamu-tahu</link>
                <pubDate>Wed, 20 Jan 2021 03:46:00 +0000</pubDate>
                <description>&lt;img src=&quot;https://site-508037.mozfiles.com/files/508037/medium/jordan-wozniak-xP_AGmeEa6s-unsplash.jpg&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Indonesia sebagai negara tropis mendapatkan sinar matahari melimpah hampir setiap hari sepanjang tahun.&lt;div&gt;Tahukah kamu bahwa sinar matahari di pagi hari mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia?&amp;nbsp;&lt;p&gt;Yuk kita bahas manfaat sinar matahari pagi bagi kesehatan tubuh manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan produksi vitamin D&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Sinar matahari pagi ternyata akan menstimulasi produksi vitamin D dalam tubuh. Vitamin D itu sendiri diperlukan tubuh untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor di usus sehingga dapat memperkuat tulang, gigi, serta otot.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memperkuat tulang, gigi serta otot, ternyata vitamin D juga dapat membantu mencegah beragam penyakit, seperti rakitis, osteoporosis, hipertensi, diabetes tipe 1 dan tipe 2, serta multiple sclerosis.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menurunkan tekanan darah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Sesaat setelah sinar matahari pagi menyentuh kulit manusia maka tubuh kita akan melepaskan senyawa kimia yang disebut nitric oxide. Menurut penelitian yang dilakukan di University of Edinburgh senyawa tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membentuk dan memperkuat tulang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Seperti dijelaskan diatas, sinar matahari pagi bermanfaat untuk meningkatkan produksi vitamin D. Ternyata, vitamin D3 yang merupakan vitamin yang larut dalam lemak yang terbentuk selama proses pembuatan vitamin D sehingga dapat mengatur penyerapan kalsium. Kandungan vitamin D yang tinggi dalam darah akan mengurangi patah tulang.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan fungsi otak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Sinar matahari pagi yang dapat meningkatkan produksi vitamin D ternyata dapat membantu memacu pertumbuhan sel saraf di hippocampus. Hippocampus sendiri merupakan bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk membentuk, mengatur, dan menyimpan memori.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menghilangkan depresi ringan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Paparan sinar matahari pagi ternyata dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dalam tubuh. Hormon inilah yang akan membantu tubuh manusia dalam mengontrol suasana hati. Ketika kadar hormon serotonin dalam tubuh cenderung berkurang, maka dapat menyebabkan gangguan yang disebut Seasonal Affective Disorder seperti yang biasa dialami orang-orang di negara dengan musim dingin yang panjang, atau bahkan orang-orang yang bekerja berjam-jam di gedung perkantoran dan jarang keluar untuk berjemur.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memperbaiki kualitas tidur&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Sinar matahari pagi ternyata membantu untuk mengatur ritme sikardian pada anak. Ritme ini sendiri adalah jam tubuh yang menentukan siklus tidur dan bangun, sehingga kebiasaan tidur bisa teratur. Akibat dari kurang tidur sendiri akan menyebabkan kesulitan fokus, pelupa, cepat marah, dan rentan terkena gangguan kecemasan.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengurangi gejala Alzheimer&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Gejala Alzheimer dapat dikurangi dengan paparan sinar matahari pagi. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa pasien Alzheimer dengan paparan sinar matahari yang cukup akan memiliki sedikit gejala depresi, dapat tertidur di malam hari dan fungsi tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan penderita Alzheimer dengan sedikit paparan sinar matahari pagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, sudahkah kamu rajin berjemur matahari pagi setiap hari?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description>
            </item>
                    <item>
                <title>What is Potentiometric Titration ? Apa itu Titrasi Potensiometri ?</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/1989089/what-is-potentiometric-titration--apa-itu-titrasi-potensiometri-</link>
                <pubDate>Sat, 18 Jan 2020 08:32:00 +0000</pubDate>
                <description>&lt;p style=&quot;position: relative; box-sizing: border-box;&quot; class=&quot;moze-justify&quot;&gt;Potentiometric titration is a volumetric method in which the potential between two electrodes is measured (referent and indicator electrode) as a function of the added reagent volume. Types of potentiometric titrations for the determination of analytes in photoprocessing solutions include acid-base, redox, precipitation, and complexometric.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;position: relative; box-sizing: border-box;&quot; class=&quot;moze-justify&quot;&gt;Potentiometric titrations are preferred to manual titrations, since they are more accurate and precise. They are also more easily adapted to automation, where automated titration systems can process larger volumes of samples with minimal analyst involvement.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;position: relative; box-sizing: border-box;&quot; class=&quot;moze-justify&quot;&gt;A titration curve has a characteristic sigmoid curve. The part of the curve that has the maximum change marks the equivalence point of the titration. The first derivative, ΔE/ΔV, is the slope of the curve, and the endpoint occurs at the volume, V&#039;, where ΔE/ΔV has the maximum value.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.periodni.com/gallery/titration_curve.png&quot; style=&quot;position: relative; box-sizing: border-box;&quot;&gt;&lt;img width=&quot;350&quot; height=&quot;350&quot; src=&quot;https://glossary.periodni.com/images/titration_curve.jpg&quot; alt=&quot;Potentiometric titration curve&quot; style=&quot;position: relative; font-size: inherit; vertical-align: middle; box-sizing: border-box; height: auto; display: inline-block; border-width: initial; border-style: none;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;topic-highlight&quot; style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;Potentiometric titration&lt;/span&gt;&amp;nbsp;belongs to chemical methods of analysis in which the endpoint of the titration is monitored with an indicator&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.sciencedirect.com/topics/chemistry/behavior-as-electrode&quot; title=&quot;Learn more about Behavior as Electrode from ScienceDirect&#039;s AI-generated Topic Pages&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; transition: color 0.3s ease 0s, border-bottom-color 0.3s ease 0s;&quot;&gt;electrode&lt;/a&gt;&amp;nbsp;that records the change of the potential as a function of the amount (usually the volume) of the added titrant of exactly known concentration. Potentiometric titrations are especially versatile because indicator&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.sciencedirect.com/topics/chemistry/behavior-as-electrode&quot; title=&quot;Learn more about Behavior as Electrode from ScienceDirect&#039;s AI-generated Topic Pages&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; transition: color 0.3s ease 0s, border-bottom-color 0.3s ease 0s;&quot;&gt;electrodes&lt;/a&gt;&amp;nbsp;suitable for the study of almost every chemical reaction used in&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.sciencedirect.com/topics/chemistry/titrimetry&quot; title=&quot;Learn more about Titrimetry from ScienceDirect&#039;s AI-generated Topic Pages&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; transition: color 0.3s ease 0s, border-bottom-color 0.3s ease 0s;&quot;&gt;titrimetry&lt;/a&gt;&amp;nbsp;are now available. This technique is also frequently used in the study of operational conditions of visual titrimetric indicators proposed for general use in chemical analysis, as well as in the study of numerous reactions, such as protonation and&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.sciencedirect.com/topics/chemistry/complexation&quot; title=&quot;Learn more about Complexation from ScienceDirect&#039;s AI-generated Topic Pages&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; transition: color 0.3s ease 0s, border-bottom-color 0.3s ease 0s;&quot;&gt;complexation&lt;/a&gt;, which find their application not particularly in analytical measurements. The course of the potentiometric titration curve provides information not only about the titration end point position, but also the position and shape of the curve may provide data about the processes accompanying the titration reaction. Another advantage is that the necessary apparatus is generally not expensive, reliable and readily available in the laboratories.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Source :&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;https://glossary.periodni.com/glossary.php?en=potentiometric+titration&lt;/p&gt;&lt;p&gt;https://www.sciencedirect.com/topics/chemistry/potentiometric-titration&lt;br&gt;&lt;/p&gt;</description>
            </item>
                    <item>
                <title>Mengenal Kecerdasan Majemuk Manusia</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/1954486/mengenal-kecerdasan-majemuk-manusia</link>
                <pubDate>Wed, 04 Dec 2019 08:40:00 +0000</pubDate>
                <description>&lt;p class=&quot;moze-justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;moze-justify&quot;&gt;&lt;img sizes=&quot;(max-width: 767px) 100vw, (max-width: 532px) 500px, (max-height: 474px) 500px, (min-aspect-ratio: 3885/2322) calc((calc(100vh - 175px)) * 1.67313), calc(100vw - 32px)&quot; srcset=&quot;https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=837&amp;amp;q=80 837w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=1137&amp;amp;q=80 1137w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=1437&amp;amp;q=80 1437w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=1674&amp;amp;q=80 1674w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=1737&amp;amp;q=80 1737w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=2037&amp;amp;q=80 2037w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=2274&amp;amp;q=80 2274w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=2337&amp;amp;q=80 2337w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=2637&amp;amp;q=80 2637w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=2874&amp;amp;q=80 2874w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=2937&amp;amp;q=80 2937w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3237&amp;amp;q=80 3237w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3474&amp;amp;q=80 3474w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3537&amp;amp;q=80 3537w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3837&amp;amp;q=80 3837w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3885&amp;amp;q=80 3885w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3885&amp;amp;q=80 3885w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3885&amp;amp;q=80 3885w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3885&amp;amp;q=80 3885w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3885&amp;amp;q=80 3885w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3885&amp;amp;q=80 3885w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3885&amp;amp;q=80 3885w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3885&amp;amp;q=80 3885w, https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=3885&amp;amp;q=80 3885w&quot; src=&quot;https://images.unsplash.com/photo-1536743939714-23ec5ac2dbae?ixlib=rb-1.2.1&amp;amp;ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;w=1000&amp;amp;q=80&quot; alt=&quot;white chess game set&quot; class=&quot;_2zEKz&quot; style=&quot;font-size: 14px; color: rgb(63, 73, 84);&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;moze-justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;moze-justify&quot;&gt;S&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;etiap anak di dunia ini memiliki berbagai kecerdasan dalam
tingkat dan indikator yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa semua anak, pada hakikatnya,
adalah cerdas. Perbedaan terletak pada tingkatan dan indikator kecerdasannya.
Perbedaan tersebut ditentukan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah
rangsangan yang diberikan pada saat anak masih berusia dini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;moze-justify&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;moze-justify&quot;&gt;Menurut Gardner kecerdasan dalam multiple intelligences
meliputi kecerdasan verbal-lingustik (cerdas kata), kecerdasan logis-matematis
(cerdas angka), kecerdasan visual-spasial (cerdas gambar-warna), kecerdasan
musikal (cerdas musik-lagu), kecerdasan kinestetik (cerdas gerak), kecerdasan
interpersonal (cerdas sosial), kecerdasan intrapersonal (cerdas diri),
kecerdasan naturalis (cerdas alam), kecerdasan eksistensial (cerdas hakikat).
Setiap kecerdasan dalam multiple intelligences memiliki indikator tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;moze-justify&quot;&gt;Berikut ini 9 Kecerdasan menurut Gardner :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst moze-justify&quot;&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kecerdasan Verbal-Linguistik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;Kecerdasan ini ditunjukkan dengan kepekaan
seseorang pada bunyi, struktur, makna, fungsi kata, dan Bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kecerdasan Logis-Matematis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;Kecerdasan ini ditandai dengan kepekaan
pada pola-pola logis dan memiliki kemampuan mencerna pola-pola tersebut,
termasuk juga numerik 1.14 Pengembangan Kecerdasan Majemuk &amp;nbsp;serta mampu mengolah alur pemikiran yang
panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kecerdasan Visual-Spasial &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;Kecerdasan ini ditandai dengan kepekaan
mempersepsi dunia visualspasial secara akurat dan mentransformasi persepsi
awal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kecerdasan Musikal &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan
menciptakan dan mengapresiasi irama pola titi nada, dan warna nada; juga
kemampuan mengapresiasi bentuk-bentuk ekspresi musikal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kecerdasan Kinestetik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan
mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola objek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kecerdasan Interpersonal &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan
mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan
keinginan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kecerdasan Naturalis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;Kecerdasan ini ditandai dengan keahlian
membedakan anggota-anggota suatu spesies, mengenali eksistensi spesies lain,
dan memetakan hubungan antara beberapa spesies, baik secara formal maupun
informal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kecerdasan Intrapersonal &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan
memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, serta pengetahuan
tentang kekuatan dan kelemahan diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle moze-justify&quot;&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kecerdasan Eksistensial &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast moze-justify&quot;&gt;Kecerdasan eksistensial ditandai dengan
kemampuan berpikir sesuatu yang hakiki, menyangkut eksistensi berbagai hal,
termasuk kehidupankematian, kebaikan-kejahatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;moze-justify&quot;&gt;Nah, sobat HILABSCI, kecerdasan yang mana nih pada diri
Anda? Atau bahkan sudah mulai menerapkan ini di anak-anak atau saudara Anda?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;moze-justify&quot;&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://repository.ut.ac.id/4713/1/PAUD4404-M1.pdf&quot;&gt;http://repository.ut.ac.id/4713/1/PAUD4404-M1.pdf&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</description>
            </item>
                    <item>
                <title>Perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi) di Gerai SIM Mal Artha Gading</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/1912418/perpanjangan-sim-surat-izin-mengemudi-di-gerai-sim-mal-artha-gading</link>
                <pubDate>Tue, 15 Oct 2019 06:55:00 +0000</pubDate>
                <description>&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;Pelayanan Perpanjangan SIM oleh Direktorat Lalu Lintas POLRI Daerah Metro Jaya patut diapresiasi. Pasalnya, masyarakat umum dapat memperpanjang SIM jenis apapun di gerai ini. Beberapa hal bisa dipersiapkan bagi Anda yang ingin memperpanjang SIM nya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;Masa Aktif SIM&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara mendaftar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dokumen yang disiapkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masa aktif SIM&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pastikan SIM Anda masih aktif untuk diperpanjang, paling tidak maksimal 1 bulan. Hal ini untuk menghindari Anda datang namun pulang kembali karena SIM Anda sudah habis masa berlaku. Petugas disini akan dengan tegas mengingatkan kepada pemohon SIM yang sudah antri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara Mendaftar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda wajib menuliskan nama di daftar antri yang tersedia, biasanya di secarik kertas yang ditempelkan di pintu masuk gerai. Waktu yang ideal yakni sepagi mungkin anda untuk menuliskan nama di daftar antrian. Sepengalaman penulis, diperlukan waktu lebih pagi dari jam buka MAG sendiri, anda bisa menyempatkan dari jam 7 pagi bila diperlukan. Untuk masuk ke gedung MAG sendiri, karena masih belum jam Operasional, maka perlu mengakses lift MyStar dekat lobby AW. Gerai SIM ada di lantai 3, di ujung bersebelahan dengan kantor Marketing MAG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dokumen yang disiapkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa dokumen yang perlu disiapkan dan dibawa yakni : SIM Asli, KTP asli, fotokopi SIM, fotokopi KTP. Bagi yang&amp;nbsp; belum fotokopi dokumen tersebut, disediakan layanan disana dengan membayar sejumlah retribusi yang ditentukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biaya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengurusan SIM A yakni 80.000 rupiah dan SIM C 75.000 rupiah. Biaya lainnya yakni untuk asuransi Bhakti Bhayangkara sebesar 30.000 rupiah dan pemeriksaan kesehatan (tensi tekanan darah, dll) sebesar 25.000 rupiah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah dokumen dan proses data lengkap, maka pemohon perpanjangan SIM dapat menunggu untuk foto dan pengambilan data lainnya, dan menunggu hingga SIM selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description>
            </item>
                    <item>
                <title>Bagaimana mendeskripsikan ukuran partikel?</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/1868353/bagaimana-mendeskripsikan-ukuran-partikel</link>
                <pubDate>Sat, 17 Aug 2019 08:53:00 +0000</pubDate>
                <description>&lt;div&gt;Bagaimana mendeskripsikan ukuran partikel?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertanyaan sederhana ini jawabnya pun sederhana. Ukuran partikel dapat di deskripsikan dengan menjelaskan ukuran panjang, lebar ataupun tinggi, atau mungkin diameternya bila berbentuk bola sempurna. Perhitungan matematis sederhana ini memungkinkan kita untuk menjawab pertanyaan diatas. Namun demikian, bagi sebagian praktisi yang berkecimpung di dunia partikel, hal tersebut menjadi cukup ribet dijawab.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Adapun alat bantu dan teknologi untuk mengukur partikel dibuat untuk membantu peneliti dan praktisi dalam melakukan tugasnya. Paling sederhana dengan melakukan pengayakan atau penyaringan sampel yang mau diukur besaran partikelnya. Ukuran ayakan ditentukan. Kemudian sampel diletakkan di atas ayakan, dan kemudian dilakukan proses pengayakan atau penyaringan. Asumsinya, sampel yang lolos melalui lubang ayakan ukurannya sama atau lebih kecil dengan nilai ayakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Asumsinya, bahwa semua sampel yang lolos tersebut memenuhi kriteria yakni besarnya sesuai dengan nilai ayakan. Namun demikian, apakah dapat dipastikan bahwa ukuran tersebut sama semua? Belum tentu. Mungkin ada yang lebih kecil. Kemudian kalau kita lebih detil dan teliti, apakah bentuk partikel di sampel itu sama? Boro-boro bentuknya, memastikan ukuran partikel yang menyerupai saja sulit dipastikan dengan alat bantu ayakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alat bantu yang lebih modern memungkinkan kita mendapatkan informasi mengenai ukuran partikel secara lebih akurat. Paling tidak, alat dapat memberi informasi lebih teliti mengenai ukuran partikel di sampel tersebut. Mungkin bisa homogen, bisa juga ada beberapa partikel yang besarnya berbeda. Semua informasi itu disajikan dalam bentuk tabel distribusi normal ukuran partikel.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Coba kita olah lagi informasinya. Lantas dengan mengetahui distribusi ukuran partikel, apakah kita dapat mengetahui bentuknya? Bagaimana alat mengukur besarnya partikel? Apakah alat dapat memberikan informasi bentuk partikelnya sehingga kemudian dapat dihitung nilai volume atau besarnya partikel?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ternyata, metode Laser Difraksi pada alat pengukur partikel (Particle Size Analizer) mengasumsikan semua partikel bentuknya bola. Dengan memprediksi nilai diameternya, maka dianggap itulah nilai besar partikelnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu apakah yakin semua partikel di dalam sampel bentuknya bola? Kemungkinan bentuk partikel dalam sampel akan bervariasi, bahkan itulah gunanya QC mengecek agar ukuran dan bentuk partikel dalam sampel sesuai kriteria yang diinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam seminar singkat dan workshop yang kami adakan, kami berbagi informasi mengenai instrumen pengukuran partikel yang lebih akurat dan informatif. Particle Size Analyzer dari Microtrac yakni model terbaru dengan nama Sync ini memungkinkan Anda mendapatkan informasi besaran partikel secara REAL, berdasarkan bentuk partikel itu sendiri. Besar partikel berdasarkan panjang, lebar, dan tebal partikel yang ada di dalam sampel.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekali pengukuran, anda akan mendapatkan langsung informasi berupa ukuran dan bentuk partikel. Dalam 10 detik saja, sampel anda sudah dapat diketahui ukuran serta bentuk partikel dalam bentuk image.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana bila sampel anda dalam bentuk liquid atau padat? Sync memudahkan pengukuran dengan metode switching module Wet and Dry. Apapun bentuk sampel anda : bubuk, cairan, emulsi, suspensi, semua bisa diukur dengan Sync.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam seminar ini, anda dapat membawa sampel anda dan kemudian diukur langsung dalam sesi workshop. Rasakan pengalaman langsung melakukan pengukuran dengan instrumen Particle Size Analyzer terbaru dari Microtrac yakni Sync.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami mengadakan beberapa sesi seminar dan workshop tentang Sync. Informasi lebih lanjut, hubungi kami : 021.224.555.92 atau sales@pthilab.co.id&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;img src=&quot;//site-508037.mozfiles.com/files/508037/medium/HILAB_Seminar_Agt_19.jpg&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;</description>
            </item>
                    <item>
                <title>Mengenal Activity Water</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/1842513/mengenal-activity-water</link>
                <pubDate>Tue, 09 Jul 2019 11:15:00 +0000</pubDate>
                <description>&lt;p style=&quot;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;Aktivitas air&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(singkatan: a&lt;sub style=&quot;line-height: 1; font-size: 0.75em; vertical-align: sub; background: none;&quot;&gt;w&lt;/sub&gt;) adalah sebuah angka yang menghitung&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Intensitas&quot; class=&quot;mw-disambig&quot; title=&quot;Intensitas&quot; style=&quot;&quot;&gt;intensitas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;air di dalam unsur-unsur bukan air atau benda padat. Secara sederhana, itu adalah ukuran dari status energi air dalam suatu sistem. Hal ini didefinisikan sebagai tekanan uap dari cairan yang dibagi dengan air murni pada&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Suhu&quot; title=&quot;Suhu&quot; style=&quot;&quot;&gt;suhu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang sama, karena itu,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Air_suling&quot; title=&quot;Air suling&quot; style=&quot;&quot;&gt;air suling&lt;/a&gt;&amp;nbsp;murni memiliki a&lt;sub style=&quot;line-height: 1; font-size: 0.75em; vertical-align: sub; background: none;&quot;&gt;w&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;tepat satu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;&quot;&gt;Semakin tinggi&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Suhu&quot; title=&quot;Suhu&quot; style=&quot;&quot;&gt;suhu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;biasanya a&lt;sub style=&quot;line-height: 1; font-size: 0.75em; vertical-align: sub; background: none;&quot;&gt;w&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;juga akan naik, kecuali untuk benda yang yang mengkristal seperti&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Garam&quot; class=&quot;mw-disambig&quot; title=&quot;Garam&quot; style=&quot;&quot;&gt;garam&lt;/a&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gula&quot; title=&quot;Gula&quot; style=&quot;&quot;&gt;gula&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;&quot;&gt;Semakin tinggi a&lt;sub style=&quot;line-height: 1; font-size: 0.75em; vertical-align: sub; background: none;&quot;&gt;w&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;dalam sebuah benda, akan lebih menopang kehidupan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mikroorganisme&quot; title=&quot;Mikroorganisme&quot; style=&quot;&quot;&gt;mikroorganisme&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bakteri&quot; title=&quot;Bakteri&quot; style=&quot;&quot;&gt;Bakteri&lt;/a&gt;&amp;nbsp;biasanya memerlukan a&lt;sub style=&quot;line-height: 1; font-size: 0.75em; vertical-align: sub; background: none;&quot;&gt;w&lt;/sub&gt;paling tidak 0.91 dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jamur&quot; title=&quot;Jamur&quot; style=&quot;&quot;&gt;jamur&lt;/a&gt;&amp;nbsp;paling tidak 0.7.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;&quot;&gt;Air akan berpindah dari benda dengan a&lt;sub style=&quot;line-height: 1; font-size: 0.75em; vertical-align: sub; background: none;&quot;&gt;w&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;tinggi ke benda dengan a&lt;sub style=&quot;line-height: 1; font-size: 0.75em; vertical-align: sub; background: none;&quot;&gt;w&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;rendah. Sebagai contoh, jika&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Madu&quot; title=&quot;Madu&quot; style=&quot;&quot;&gt;madu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(a&lt;sub style=&quot;line-height: 1; font-size: 0.75em; vertical-align: sub; background: none;&quot;&gt;w&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;≈ 0.6) ditempatkan di udara terbuka yang lembap (a&lt;sub style=&quot;line-height: 1; font-size: 0.75em; vertical-align: sub; background: none;&quot;&gt;w&lt;/sub&gt;&amp;nbsp;≈ 0.7), maka&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Madu&quot; title=&quot;Madu&quot; style=&quot;&quot;&gt;madu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;akan menyerap air dari udara.&lt;/p&gt;</description>
            </item>
                    <item>
                <title>What is the Karl Fischer method?</title>
                <link>http://www.pthilab.id/pojok-hilabci/params/post/1837844/what-is-the-karl-fischer-method</link>
                <pubDate>Tue, 02 Jul 2019 12:49:00 +0000</pubDate>
                <description>&lt;p style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;As shown in Formula (1) below, the Karl Fischer method uses Karl Fischer reagent, which reacts quantitatively and selectively with water, to measure moisture content. Karl Fischer reagent consists of iodine, sulfur dioxide, a base and a solvent, such as alcohol.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;I&lt;span class=&quot;subText&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; vertical-align: bottom; position: relative; top: 0.1em;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;+SO&lt;span class=&quot;subText&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; vertical-align: bottom; position: relative; top: 0.1em;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;+3Base+ROH+H&lt;span class=&quot;subText&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; vertical-align: bottom; position: relative; top: 0.1em;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;O ⇒ 2Base+HI+Base+HSO&lt;span class=&quot;subText&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; vertical-align: bottom; position: relative; top: 0.1em;&quot;&gt;4&lt;/span&gt;R ······ (1)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;As described below, this method can be used in both volumetric and coulometric titration systems.&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;box-sizing: border-box; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-weight: 500; line-height: 1.7em; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; font-size: 16px; clear: both; position: relative; padding: 10px 15px 8px; background-color: rgb(239, 239, 239); border-radius: 4px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal;&quot;&gt;Coulometric Titration&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;border-all clearfix&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; border-radius: 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_01.jpg&quot; rel=&quot;lightbox&quot; data-wpel-link=&quot;internal&quot; style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_01-294x300.jpg&quot; alt=&quot;Figure1: Electrolysis cell of Coulometric Moisture Meter&quot; width=&quot;294&quot; height=&quot;300&quot; class=&quot;alignright size-medium wp-image-777&quot; srcset=&quot;https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_01-294x300.jpg 294w, https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_01-768x784.jpg 768w, https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_01-1003x1024.jpg 1003w, https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_01.jpg 1149w&quot; sizes=&quot;(max-width: 294px) 100vw, 294px&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; border-width: 1px; border-style: solid; border-color: rgb(204, 204, 204); vertical-align: middle; height: auto; display: block; float: none; margin: 4px auto 12px;&quot;&gt;&lt;/a&gt;With coulometric titration, the sample is added to an electrolytic solution, the main constituents of which are iodide ions, sulfur dioxide, a base, and a solvent (such as alcohol). Electrolytic oxidation causes the production of iodine, as shown inFormula (2), resulting in an immediate Karl Fischer reaction.&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;2I” – 2e ⇒ I&lt;span class=&quot;subText&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; vertical-align: bottom; position: relative; top: 0.1em;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&amp;nbsp;······(2)&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;According to Faraday’s laws, the iodine is produced in proportion to the quantity of electricity. This means that the water content can be determined immediately from the coulombs required for electrolytic oxidation.&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;1mg of water = 10.71 Coulombs&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;As shown in Figure 1, two types of coulometric reagents are required: an anolyte, which is placed in the anode chamber of the electrolysis cell, and a catholyte, which is placed in the cathode chamber. Coulometric reagents do not need assessment. Another advantage is that they can be used repeatedly.&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;box-sizing: border-box; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-weight: 500; line-height: 1.7em; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.2em; font-size: 16px; clear: both; position: relative; padding: 10px 15px 8px; background-color: rgb(239, 239, 239); border-radius: 4px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal;&quot;&gt;Volumetric Titration&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;border-all clearfix&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; border-radius: 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_02.jpg&quot; rel=&quot;lightbox&quot; data-wpel-link=&quot;internal&quot; style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_02-300x269.jpg&quot; alt=&quot;Figure2: Volumetric Moisture Meter&quot; width=&quot;300&quot; height=&quot;269&quot; class=&quot;alignright size-medium wp-image-780&quot; srcset=&quot;https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_02-300x269.jpg 300w, https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_02-768x689.jpg 768w, https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_02-1024x919.jpg 1024w, https://mcckf.com/english/wp-content/uploads/2017/03/english_02.jpg 1162w&quot; sizes=&quot;(max-width: 300px) 100vw, 300px&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; border-width: 1px; border-style: solid; border-color: rgb(204, 204, 204); vertical-align: middle; height: auto; display: block; float: none; margin: 4px auto 12px;&quot;&gt;&lt;/a&gt;A dehydrating solvent suitable for the sample is placed in a flask. Titrant is used to remove all moisture from the solvent. The sample is then added. Titration is carried out using a titrant, the titer (mgH&lt;span class=&quot;subText&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; vertical-align: bottom; position: relative; top: 0.1em;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;O/mL) of which has previously been determined. The moisture content of the sample is determined from the titration volume (mL). The end point is detected using the constant-current polarization voltage method. Figure 2 shows the components of typical commercially available automatic volumetric titration systems.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;border-all clearfix&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; border-radius: 4px;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;border-all clearfix&quot; style=&quot;box-sizing: border-box; border-radius: 4px;&quot;&gt;Source :&amp;nbsp;https://mcckf.com/english/kf-basic/what.html&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Pastikan Instrumen Karl Fischer Moisture Meter anda sudah di-kalibrasi. Hubungi HILAB SCIENCETAMA untUK melakukan Jasa kalibrasi sesuai KAN ISO/IEC 17025.&lt;/p&gt;</description>
            </item>
            </channel>
</rss>